SYEH MAULANA MALIK IBRAHIM AJAK RAJA MAJAPAHIT MASUK ISLAM

Setelah sekian lama Syeh Maulana Malik Ibrahim atas usahanya untuk menyebarkan agama Islam di tanah air Indonesia Syeh Maulana Malik Ibrahim mendapatkan banyak pengikut. Atas dasar itu Syeh mendirikan mesjid dan konon kabarnya dalam mendirikan mesjid itu sebagian besarnya mendapat bantuan dari Raja Carmain.

Sedang bebrapa bulan setelah beliau membangun mesjid, kemudian mendirikan pondok pesantren tempat pendidikan kader-kader muslilm sebagai generasi penerus dalam berjuang menyebarkan Islam ke seluruh Jawa dan Nusantara.

Syeh maulana malik ibrahim tidak hanya berperan sebagai tokoh agama saja, melainkan juga selalu memikirkan tentang perekonomian masyarakat. Oleh karena masyarakatnya adalah pertanian, maka beliau selalu mencari jalan kerluar untuk meningkatkan hasil pertanian rakyat agar kehidupannya menjadi lebih meningkat lagi sehingga orang akan tenang melaksanaka ibadah kepada Alloh SWT. Karena tanpa ada usaha untuk merubah kehidupannya, tentu saja nasib mereka akan begitu saja. Sesuai dengan Firman Alloh dalam Al Qur'an, Surat Ar-Ra'du ayat 11 yang artinya :

"Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."



Oleh karena itu Syeh Maulana Malik Ibrahim Mempunyai gagasan mengadakan proyek pengairan, yaitu dengan jalan mengalirkan air dari gunung untuk mengairi sawah dan ladang penduduk. Dengan demikian lahan pertanian menjadi subur dan hasil pene bertambah meningkat, dan pera petanipun setelah itu hidupnya menjadi tenang dan makmur.

Walaupun Syeh Maulana Malik Ibrahim telah berhasil memakmurkan dan mengIslamkan sebagian besar rakyat Gresik dan sekitarnya, namun ada satu hal yang menjadi pikiran beliau.

Karena Gresik adalah termasuk bagian dari wilayah majapahit, Beliau sangat cemas dan khawatir seandainya seluruh rakyat telah masuk islam , sedang Raja Majapahit yaitu Prabu Brawijaya masih tetap beragama Hindu, apakah akhirnya tidak timbul pertentangan antara rakyat dan rajanya.

Karena itu seitap beliau memberikan wejangan-wejangan kepada murid-muridknya dan masyarakat, diutarakan bahwa sebagai rakyat harus tunduk dan patuh pada rajanya, selagi raja itu tidak memerintah hal-hal yang sifatnya bertentangan dengan ajaran Islam. Apa yang diajarkan oleh beliau kepada rakyatnya itu sesuai dengan pesan Rosululloh SAW yang berbunyi :

"Seorang muslim wajib mendengan dan taat pada pemerintahannya dalam apa yang disetujui atau tidak disetujui, kecuali jika diperintah maksiat. (H.R. Bukhari dan Muslim)"


Disamping menyadarkan rakyat melalui ajaran Alloh dan Rosul-Nya. masih juga beliau merasa khawatir jangan-jangan Prabu Brawijaya berbuat sewenang-wenang terhadap rakyatnya yang beragama islam.

Demi mencegah kemungkinan tersebut, beliau  berpendapat tidak ada jalan lain kecuali mengajak Raja Brawijaya untuk masuk Islam.

  Kemudian rencana itu disampaikan kepada raja cermain  yang sudah lama menjadi sahabatnya dan raja cermain pun ternyata sudah lama juga mempunyai gagasan seperti itu. Maka pada tahun 1321 Masehi,  raja  cermain  beserta putrinya yang bernama Dewi Sari menjemput Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik untuk diajak bersama-sama pergi ke Majapahit menghadap Prabu Brawijaya.

  Setelah semua maksudnya disampaikan, ternyata Prabu Brawijaya menolak ajakan mereka itu dengan cara diplomatis, mengatakan bersedia saja masuk Islam, asalkan Dewi Sari yang cantik cerita itu juga bersedia untuk dipersuntingnya sebagai istri. Mendengar permintaan Prabu Brawijaya yang demikian, Makan Dewi Sari dan raja cermain juga menolaknya. karena seorang yang masuk suatu agama dengan dilatarbelakangi kepentingan duniawi jelas akan mengakibatkan hal yang tidak baik dan merusak nama kebesaran Islam.

  Setelah itu rombongan derajat cermain yang bersama Syekh Maulana Malik Ibrahim meninggalkan Majapahit, sementara beristirahat di Gresik sambil menunggu selesainya perbaikan kapal untuk kembali ke negeri Cermain. Menurut riwayat ketika rombongan Raja Cermain  beristirahat di Gresik terserang wabah, sehingga mereka banyak yang mati, juga Dewi Sari. Akan kematian Dewi Sari beritanya sampai ke Majapahit, maka Prabu Brawijaya yang menaruh hati kepada Dewi Sari itu datanglah ke Gresik beserta punggawa kerajaan untuk berta’ziyah.  dan diperintahkan kepada punggawa kerajaan untuk menyelesaikan pemakaman Dewi Sari di desa leran itu dengan upacara besar-besaran. 

Selesai Upacara pemakaman, maka rombongan dari Cermain pun  terus berpamit kembali ke negerinya.  sedang Prabu Brawijaya yang masih di situ Setelah melihat situasi di Gresik, tiba-tiba saja mempunyai rasa khawatir akan rakyat Gresik yang beragama Islam memberontak dirinya sebagai raja yang masih beragama Hindu itu. Maka itulah Prabu Brawijaya membuat taktik dengan cara menyerahkan seluruh daerah Gresik kepada Syekh Maulana Malik Ibrahim agar diperintahnya sendiri di bawah kedaulatan Majapahit.

  Walaupun dalam penyerahan itu Prabu Brawijaya tidak mengatakan isi hati sebenarnya, tetapi Syekh Maulana Malik Ibrahim telah menyadari bahwa beliau mendapat amanat dari sang prabu agar mendamaikan masyarakat Islam terhadap rajanya.

Dengan tulus dan ikhlas,  Syekh Maulana Malik Ibrahim menerima amanat Raja Majapahit.

  Demikian riwayat perjuangan Syekh Maulana Malik Ibrahim yang dapat kami Tuliskan.








Posting Komentar untuk "SYEH MAULANA MALIK IBRAHIM AJAK RAJA MAJAPAHIT MASUK ISLAM"