Beberapa peristiwa seperti pelukis yang bekerja berjam-jam dan seringkali sampai lupa makan dan tidur, pendaki gunung yang bersedia mempertaruhkan nyawanya untuk mendaki tebing-tebing yang sangat berbahaya, dan mahasiswa yang melakukan mogok makan untuk suatu tuntutan politik, itu semua menimbulkan pertanyaan apa yang mendorong mereka sehingga mereka rela untuk melakukan hal tersebut. Apa yang mendorong mereka berperilaku demikian dapat diartikan dengan faktor apa yang mendorong mereka berperilaku demikian. faktor apa yang menurut itu dapat dikatakan meliputi keseluruhan aspek fisik dan psikologis yang mempengaruhinya, meskipun para psikolog membatasi konsep motivasi sampai tingkat faktor-faktor yang menguatkan perilaku dan memberikan arahannya.
Motivasi adalah proses psikologis yang mendasar dan merupakan salah satu unsur yang dapat menjelaskan perilaku seseorang. Motivasi berasal dari kata movere dalam bahasa Latin yang berarti bergerak atau menggerakkan
Menurut beberapa ahli, motivasi didefinisikan sebagai berikut:
Motivasi menurut Rita L Akitson
Motivasi yaitu faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras atau lemah.
Motivasi menurut Hasibuan
Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upaya untuk mencapai kepuasan.
Motivasi menurut Ali Hasan
Motivasi adalah dorongan yang membentuk perilaku bersifat biologis ( lapar, haus, tidak nyaman) dan psikologis ( pengakuan, penghargaan keanggotaan kelompok) serta aktualisasi optimal.
Dari definisi di atas, maka motivasi dapat didefinisikan sebagai masalah yang sangat penting dalam setiap usaha kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi, masalah motivasi dapat dianggap simple Karena pada dasarnya manusia mudah dimotivasi, dengan memberikan apa yang diinginkannya.
Dalam praktik, hampir setiap perusahaan menganut caranya sendiri yang kurang lebih tradisional dalam mendesain motivasi. perbedaan yang terjadi terdapat antara satu perusahaan dengan perusahaan lain dalam pemberian motivasi hampir selalu terletak dalam gaya, selera atau tekanan dan bukan dalam sejenisnya.
Menurut Dr. H. B Siswanto, M. S.i. bahwa pada umumnya Bentuk motivasi yang sering dianut oleh perusahaan meliputi 4 elemen utama yaitu sebagai berikut :
Kompensasi dalam bentuk uang
Pengarahan dan pengendalian
Penetapan pola kerja yang efektif
Kebijakan
Kompensasi dalam bentuk uang
Pengarahan dan pengendalian
Penetapan pola kerja yang efektif
Kebijakan

Posting Komentar untuk "HAKIKAT DAN PENGERTIAN MOTIVASI"