Mentalitas dan motivasi manusia pembangunan

            Mentalitas dan motivasi manusia pembangunan menurut Drs. Muchdarsyah Sinungan pada buku yang berjudul (produktivitas apa dan bagai mana)

Dalam kenyataannya, pada saat ini masih terus berkembang kehidupan etos kerja yang kurang menunjang pada pembangunan moral bangsa dalam menuju tahap tinggal Landas pada Pelita VI  yang akan datang.  Di  antara berbagai sikap tersebut dapat dikemukakan antara lain : 

  1. Budaya konsumtif, munculnya masalah ini karena sulitnya mengajak masyarakat menginvestasikan kekayaannya bagi hal-hal yang produktif, kurang adanya disiplin sosial menyebabkan budaya konsumtif seringkali berkembang pada persaingan gaya hidup. Budaya  konsumtif inilah yang menjadi salah satu Sebab berkembangnya sikap hidup kontrak produktif.

  2. Sikap hidup destruktif,  seperti narkotika, minuman keras, bermalas-malasan dan lain-lain tampak masih berkembang dalam masyarakat Indonesia. sikap hidup kontra  produktif ini tidak sesuai dengan mentalitas manusia pembangunan bahkan akan sangat mengganggu jalannya proses pembangunan.

  3. Sikap nrimo,  mentalitas sikap nrimo  dengan kerja di batasi untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup dan hanya berorientasi pada hari ini tanpa memperhitungkan hari kedepannya.

  4. Sikap status oriented,  sikap terhadap kerja yang hanya ditunjukkan semata-mata kepada kedudukan dan lambang-lambangnya, merasa mempunyai  legalisasi terhadap derajat atau gelar.

  5. Sikap Pasif terhadap hidup,  hidup dipandang penuh dengan kesusahan,  penuh kesukaran, gampang menyerah dan berkeluh kesah.

  6. Budaya jam karet,  sikap yang irasional ini sudah tidak cocok lagi dengan tuntutan pembangunan.  kebiasaan memakai jam karet dalam kehidupan sehari-hari merupakan indikasi bahwa manusia Indonesia belum memiliki etos kerja produktif.


Dalam rangka memberantas sikap yang  salah ini diperlukan adanya pembinaan sikap hidup yang tepat dalam suasana pembangunan sekarang ini. khususnya yang menyangkut mentalitas dan motivasi pembangunan yang tentunya harus sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat indonesia.  mendukung pembangunan tersebut dapat dikemukakan antara lain : 

  1. Menggalakkan konsep produktivitas dan kualitas, sehingga budaya konsumtif yang menggejala  pada masyarakat Indonesia sedikit demi sedikit atau bahkan sama sekali dapat dihilangkan, mungkin dengan mengajak masyarakat atau membudayakan masyarakat untuk menginvestasikan kekayaan kepada hal-hal yang produktif dengan menciptakan etos kerja produktif.

  2. Menyediakan fasilitas-fasilitas untuk kegiatan produktif dan kreatif yang lebih  banyak dan mudah dicapai,  sehingga masyarakat yang mempunyai sikap mental kontra produktif dapat diarahkan dengan intensif yang pada gilirannya akan membuat mereka mengarah pada perbuatan yang produktif dan kreatif.

  3. Menumbuhkan sikap ambisius terhadap tantangan-tantangan dan tidak pernah merasa puas dengan hasil yang dicapai. sikap ambisius ini dapat mengatasi sikap mental yang nrimo.

  4. Mengubah sikap status oriented menjadi sikap yang achievement oriented  menilai sesuatu lebih tinggi tidak sekedar pada status atau derajat.

  5. Menumbuhkan sikap seorang entrepreneur ( pengusaha)  yang ideal.  seorang pengusaha umumnya mempunyai sifat-sifat ulet, Teguh, Tak Kenal Menyerah, tangguh objektif, tegas, Mandiri dan lebih mengutamakan prestasi daripada prestise.

  6. Meningkatkan disiplin pribadi yang kuat, karena disiplin pribadi yang kuat bila diterapkan dalam masyarakat,  akan terjadilah disiplin nasional yang pada akhirnya akan membentuk identitas bangsa.

Posting Komentar untuk "Mentalitas dan motivasi manusia pembangunan"